Postingan

Harga Diri Gratis

Rindu Dan Tawa Bak Prasasti Yang Tidak Akan Terkikis, Itu Hanyalah Khayalan Mistis. Jaman Sekarang, Cinta Tidak Ada Yang Gratis. Kalau Tidak Punya Ninja, Tidak Modis. Meski Harga Cinta Naik Drastis, Namun Harga Diri Masih Banyak Yang Gratis. Bangsaku Sadis, Tragis. Izatcrust--

Tangis

Rintihnya Membasahi Mata. Perlahan Kuusapnya, Sekilas Terlihat Kuterluka. Namun, Ini Hanya Pembasuh Retina. Izatcrust (Juli 17)

Terbuang

Belakangan Ini Aku Berjuang, Hingga Hati Merasa Usang. Lentik Jemariku Berdoa, Semoga Tuhan Menyuruh Segala Harapanku Segera Pulang. "Jikalau Cinta, Dahulukan Berjuang. Tak Mengapa, Meski Akhirnya Terbuang." Bisik Bulan Padaku. "Bulan, Aku Sudah Terbuang." Jawabku Tertunduk. Izatcrust--

Perindu

"Aku Pergi, Pasti Kembali" Katanya. Dua Menit Seusai Berkata, Rindu Menggelora. Berdua Bersama Kopi, Menemani Indahnya Cakrawala. Hingga Ayam Berkokok Dengan Suara Pipihnya. Senja Tenggelam, Kopi Kuseduh. Duduk Bersandar Dibawah Purnama Hingga Hujan Runtuh. Aku Menyadari Satu Hal; "Aku Akan Menjadi Perindu Yang Tak Kenal Waktu Menuju-Mu." Izatcrust--

Senja

Aku Menunggumu Dari Jam Tiga. Duduk Bersila Mengahadap Barat Daya. Lentik Jemariku Tak Bosan Berdoa. "Semoga Esok Kau Hadir Kembali Dari Arah Yang Sama" (Dalam Hatiku Berkata). Aku Menatapmu Seraya Merangkai Kata. "Sungguh Tiada Yang Istimewa, Kecuali Menghabiskan Senja Berdua Diberanda." Lima Menit Sebelum Kau Tenggelam, Aku Teringat Pesan Ibuku. "Jangan Lupa Mandi. Senja Pulang, Malam Sudah Berbulan Bintang." Izatcrust--

Patah

Aku Pernah Jatuh Hati, Hingga Pada Akhirnya Terluka. Rasa Yang Kujaga Sekuat Tenaga, Hilang Begitu Saja Dihempas Alasan Tak Bermakna. Senjatamu Kuat, Hebat. Bahkan, Semua Lelaki Kau Lukai Dengan Satu Senjata Itu. Aku Tau Kau Bosan Padaku, Aku Tak Memaksamu Bertahan. Bagiku, Kau Wanita Paling Kejam. Membawaku Terbang, Lalu Kau Jatuhkan Hingga Kelam Berkepanjangan. Kau Boleh Bangga, Melukai Banyak Pria Tangguh. Tak Sedikit Yang Tangguh Menjadi Rapuh. Kau Lukai Pria Pejuang Yang Penuh Peluh. Aku Pernah Bersikeras Jatuh Hati. Melakukan Apapun Demi Bertahan. Sialnya, Aku Dilepas Paksa Kemudian. Tapi, Itulah Patah Hati. Ada Masanya Yang Berjuang Akan Kalah Dengan Yang Ber-uang. Izatcrust--

Bulan

Kopiku Malam Ini Pahit Pekat. Aku Bersama Bulan Merangkai Kata. "Dimana Kekasihmu?" Tanya Bulan Seraya Tertawa. "Ia Sedang Berkelahi Dengan Rinduku Yang Melanda Hebat" Jawabku Bercanda. Bulan Tak Selamanya Penuh. Kadang Ia Separuh, Namun Ia Tak Pernah Rapuh. Sabit Menjadi Purnama Itu Proses. Proses Mendekati Wanita Melalui Pencipta-Nya. Bulan Tak Suka Kopi. Ia Hanya Butuh Sepi, Supaya Bisa Menerangi Nelayan Yang Menepi Dipagi Hari. Izatcrust--